We Help You To Renovate Your Blogger Blog With Awesomeness!

Minggu, 22 September 2013

  • A Journey?


    For the first time gue bakal menulis sebuah kisah hidup gue (bahasa gampangnya ; curhat) di blog gue. Okee, gue janji ini gak bakalan menjadi tulisan curhatan seperti posthink-an di blog lama gue, gue akan benar-benar ‘bercerita’ tentang sebuah kisah yang gue alami hari ini.

    Jadi, hari ini gue ‘pulang’ ke Sedati. Semenjak kuliah, rumah nenek gue di Sedati lah tujuan pulang gue. Well, dengan beberapa tujuan sih. Tujuan utama : ngambil motor tante gue (oh sumpaah, jadi tebengers tuh ribet sekali braay). Tujuan lainnya : menyenangkan nenek dan abah gue yang kesepian (keliatannya waw banget yaa), numpang makan gratis biar uang jajan irit, mencari ketenangan buat ngerjain tugas, nonton TV. Huahaha

    Oke, biasanya kalo emang pas lagi gak ada motor gue jadi tebengers bareng temen jurusan yang emang mau pergi ke tujuan yang searah. Tapi kali ini emang lagi masa-masa sibuk, jadi, gue gabisa menjalankan profesi gue sebagai tebengers.

    Butuh waktu yang lama buat memantapkan hati membuat keputusan ini. Sehingga pada akhirnya, dikarenakan mood bagus gue tadi, akhirnya gue membuat keputusan ini dengan bulat : “pulang naik kendaraan umum”. Sebenernya, kalo duit siap sih gue gaperlu susah-susah memantapkan hati pulang naik kendaraan umum yang bernama taksi (well, taksi itu tergolong kendaraan umum apa bukan ya? K). Tapi apa daya, dompet mahasiswa tidak mengijinkan gue naik jenis kendaraan umum yang satu itu. Oleh karena itu, gue butuh waktu yang panjang untuk mengajak hati gue iklas naik kendaraan umum bernama angkot dan bis kota. Hmeeee -__-
    Satu hal yang membuat gue sampe harus mikir seharian adalah ke-parno-an gue naik kendaraan umum di Surabaya. Gue pernah, waktu daftar ulang ITS kemaren, dua hari berturut-turut naik kendaraan umum dari Sedati-ITS. Dan rencananya, itu akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya gue naik kendaraan umum di Surabaya. Tapi apa daya, rencana hanya tinggal rencana. Buktinya, hari ini gue naik angkot.

    Dan yah, gue sebut perjalanan gue tadi sebagai perjalanan yang menantang dan berat. Soalnya gue harus bawa satu tas berat yang isinya laptop, salah satu benda berharga gue, dan helm. Menantang, karena gue harus benar-benar menjaga barang berharga gue di kendaraan umum yang jelas ramai. Berat, karena…ya lo piker aja laptop berapa kilo beratnya, haha. Tapi sekali lagi, dikarenakan gue sedang dalam mood baik sore tadi, entah kenapa semua berjalan ringan dan membahagiakan (ceileh gaya luu).

    Langkah pertama gue dimulai dengan berjalan kaki keluar asrama menuju jalan Arif Rahman Hakim. Seketika keki ketika sadar angkot yang gue tunggu lama banget datengnya. Angkot disini ngga kayak Cilegon, yang bisa naik angkot warna apa aja yang lewat di depan mata, dan bisa diperkirakan turun dimana untuk menuju kemana. Sebagai warga baru di Surabaya, kali ini gue terpaksa harus menurut kata-kata tour guide yang gue tanyain untuk naik angkot yang telah ditentukan. Lagian gue kapok juga. Berkat insiden jalan ke TP bareng Ori, Cwici, Bayan, naik angkot asal dan ujung-ujungnya malah naik taksi juga, sekarang gue akan benar-benar naik angkot yang menuju tujuan gue, ha ha.

    Sekitar 5 menit gue nunggu, akhirnya angkot pujaan gue dateng, dan gue naik lyn S menuju terminal Bratang. Kata mama, di terminal Bratang gue naik bis jurusan Bungurasih. Dan dengan sentosa gue berhasil sampai tahap dimana gue duduk manis di dalam bis kota tersebut.

    Something strange happens ketika gue ditarikin ongkos sama mamang kondektur dan dengan bego nya gue nyeletuk.
    “Jemursari ya, Pak”
    “Oh iya mbak. Jalan gede apa jalan kecil?”
    “Jalan gede, Pak,” kata gue asal. Mana gue tau itu jalan gede apa jalan kecil elaaah -_-
    Dan selama perjalanan, gue ngeliati jalan sambil berusaha ngafalin jalan yang mungkin akan gue lewatin lagi next time (berharapnya sih enggak lagi-lagi, no thanks). Sebelumnya, gue udah nyobain trip yang sama bareng nyokap gue, jadi sedikit banyak gue inget lah beberapa spot yang gue perkirakan menjadi tempat gue turun, dan dimana gue nyari angkot, ke arah mana, dsb. Dan gue seketika panik waktu liat bis yang gue naikin melewati spot yang seinget gue harusnya menjadi tempat gue turun dari bis itu. Ohmeeeen. Gue belajar, lain kali kalo ditanya, gue bakal jawab “jalan kecil, pak”. Hahaha

    Sebelumnya gue udah bilang, kalo udah deket tempat seharusnya gue turun, gue dipanggil. Dan sampe spot gue terlewatkan, gue baru dipanggil. Sambil menunggu waktu yang tepat buat turun, bapak sopirnya nanya-nanya,
    “Ini mbaknya mau turun di Polda?”
    “Iya, pak”. Jawab gue yakin. Stay cool broo. Padahal dalem hati, Mampus Polda dimana aja kagak tau gue -__-

    Yaaaah, salah gue juga sih ya kagak nanya-nanya dari awal jalur angkot pulang. Well yeaaahh, bukannya songong sih ya sok-sok gak mau nanya-nanya gitu. I just hate being seseorang yang terlihat bego gaktau jalan. Ett, tapi gue juga liat sikon gue juga lahh. Gue cuma kaya gini kalo sendirian aja, dan gak bener-bener sotoy kok. Gue juga liat-liat orang yang mau ditanyain juga. Kalo misal nanya-nanya ke babang-babang di pinggir jalan, gue baru berani dah kalo ramean.

    Dan yeahhh, ketika mendapatkan peluang untuk turun dari bis, gue turun secepat yang gue bisa. Mumpung gue masih bisa meraba-raba dimana gue berada, gue langsung ngira-ngira angkot apa yang dulu gue naikin buat pulang, nggak lupa buat nanya ke pak sopir, and finally, gue tinggal duduk manis deh sampe depan gang rumah nenek gue. Gue sampe dengan merdeka! Haha
  • Rabu, 18 September 2013

  • KI’s second class, September 17, 2013

    Kelas gue, kelas D, dapet dua hari berturut-turut mata kuliah Keterampilan Interpersonal. Hari Senin sore untuk KI outdoor, dan hari Selasa untuk KI indoor. Have I told you before? Oke, sori kalo ternyata udah.

    Dan untuk pertama kali, kemarin gue mendapatkan mata kuliah KI outdoor. Bareng kelas C, kita belajar KI outdoor di plaza garden SI, di pandu mas dan mbak fasil. Kelas dimulai dengan, berbaris di plaza garden dan kita menyanyikan yel-yel KI bersama-sama. Here it is…

    Di sini senang, di sana senang
    Dimana-mana hatiku senang
    Di sini menang, di sana menang
    Berlomba-lomba jadi pemenang

    Jangan bersedih hati
    Tetap percaya diri
    Be happy dalam KI
    Cuma di SI

    Jangan bersedih hati
    Tetap percaya diri
    Be happy dalam KI
    Cuma di SI

    Dan kemudian, di lanjut dengan games “Be My Team”. Kami semua dibariskan di Plaza Garden dan disuruh menutup mata. Salah satu tangan kami diletakkan di belakang punggung dengan posisi terbuka. Nantinya kami akan mendapatkan sebuah kertas. Setelah semua dari kami mendapatkan kertas, kami membuka mata. Dan kami diperintahkan untuk membaca tulisan yang ada di kertas dan mengekspresikan yang di tulis di kertas kami untuk mencari teman kelompok. Kemudian aku baru tahu kalau yang ditulis di kertas kami adalah jenis-jenis ekspresi, dan kami harus menunjukkan itu untuk mencari teman-teman yang nantinya akan menjadi teman sekelompok. Gue yang dapet kertas ‘tanpa ekpresi’ pun hanya terdiam dan dengan begitu gue langsung mengenali teman-teman yang akan menjadi temen sekelompok KI gue untuk dua semester ke depan. Ho ho ho
    Hikmah dari permainan ini, hm… melatih bakat akting? Haha. Okeeeee, gue tau gue sama sekali payah dalam berakting. Terbukti, waktu nyari temen sekelompok kemaren, gue justru yang paling ngga bisa menahan ketawa ketika melihat temen-temen sekelompok gue sendiri yang bermuka datar tanpa ekspresi. Lalu…. Apa lagi yaa? Haha.

    Setelah tim terbentuk, kami bermain game “Wis Wus”. Cara bermainnya adalah, kami diberikan bola. Kemudian, kami melempar bola kepada teman satu kelompok kita dan bisa ditebak, orang yang mendapatkan bola harus memperkenalkan diri. Perkenalan berisi nama, asal kota, hobi, dan alasan kenapa masuk SI. Tapi kita tidak sembarang hanya menangkap bola yang di lempar. Kita harus tau dari siapa saja bola tadi sudah berputar. Minimal dari dua orang yang mendapatkan bola sebelum kita. Namun, belum seluruh anggota kelompok gue kebagian perkenalan karena waktunya juga yang terlalu singkat.
    Hikmah dari permainan ini adalah, ini merupakan suatu metode baru untuk menghafal teman-teman baru. Karena kita kan ga sembarang nerima bola, tapi kita juga harus menghafal dari tangan siapa saja bola itu berasal, yang secara tidak langsung kita jadi menghafal masing-masing dari orang-orang tersebut. Gue pribadi juga jadi tau, hobi temen-temen sekelompok gue, dan apa alasan mereka masuk SI.

    Kelas kemudian dilanjutkan lagi dengan games yang gue lupa namanya apaan. Di game tersebut, kita diberi kertas yang berisi kolom nama, tempat tinggal dan tandatangan yang masih kosong. Dan tugas kita adalah, mengisikan kertas itu dengan sebanyak-banyaknya nama maba 2013 yang berasal dari kelompok yang berbeda dengan kita. Waktu kita hanya 5 menit, dan kita harus bisa mengisikan sebanyak-banyaknya dengan cara bertanya dengan baik-baik seperti perkenalan yang seharusnya. Rata-rata dari kami hanya sanggup mengisi 6-9 nama.
    Hikmah dari permainan ini, ini juga merupakan salah satu cara untuk berkenalan. Kita jadi tau dimana tempat teman kita tinggal di Surabaya.

    Dan kelas outdoor pun berakhir pukul 18.00 WIB.

    Di lanjutkan dengan kelas KI keesokan harinya, hari Selasa jam 7 pagi. Entah kenapa, gue ngerasa excited sendiri menyambut datangnya hari Selasa pagi ini. Memang, bu Raras cuma nyuruh kita untuk berpakaian “rapi” dalam artian sesuai dengen ketentuan yang telah ditentukan. Tapi ada beberapa anak yang menangkap maksud dari rapi adalah, rapi ala office look. Sebagai cewek yang memiliki banyak alternative pilihan fashion, gue pribadi emang lebih tertarik untuk mencoba setelan office look ini untuk setiap pelajaran KI indoor. Tapi, ya….berhubung gue pribadi belum beli setelan yang office look banget, gue kemaren cuma make celana bahan, atasan kemeja, di lapisin blazer panjang hitam, dan sepatu pantofel.

    Kesenangan tersendiri buat gue ngeliat fashion temen-temen gue yang beragam kemarin. Ada yang office look banget, kayak Natascha contohnya. Dan yang paling mencolok karena ‘no jeans’ nya sih ya. Itu yang bikin kelas gue kemaren keliatan berbeda. Juga dasi yang dipakai anak cowok di kelas, bikin penampilan mereka makin terkesan rapi. Apalagi, yang badannya besar kayak Dhamar Bagas misalnya, dia udah cocok banget kalo akting jadi manajer suatu perusahaan.

    Di pertemuan kedua KI indoor, kemarin kita belajar banyak materi. Materi inti kita adalah pustaka. Tapi sebelum itu, kita membahas materi “bagaimana cara belajar”. We studied how to study.

    Kenapa sih, kita perlu belajar? Motivasi yang ada dalam diri manusia untuk belajar pada umumnya, Karena belajar akan berguna di masa depan, dan dapat memperbaiki hidup kita.
    How to motivate ourselves to study? Diantaranya adalah dengan, mengenali dirimu ; Bertanggung jawab terhadap apa yang dipelajari ; Anggap kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ; Rayakan sukses yang telah dicapai untuk mencapai tujuan/goal berikutnya, karena dengan begitu kita akan terus menerus membuat goal baru jika goal yang lama telah dicapai.

    Kesuksesan, di dapat dar belajar yang efektif dan efisien. Dan salah satu cara kita bisa mendapatkan suatu belajar yang efektif dan efisien adalah, dengan memiliki lingkungan pembelajaran yang baik. Bagaimana cara mengontrol lingkungan pembelajaran?
    1.       Kita harus mendapatkan teman senyaman dan serileks mungkin
    2.       Sebelum mengerjakan tugas, kita harus menentukan kapan kita akan menyelesaikan tugas tersebut. Karena dengan begitu, kita akan termotivasi dengan terus mengingatkan diri kita betapa sedikit waktu yang kita punya. Dengan begitu, pekerjaan kita pun akan cepat selesai.
    3.       Kita harus relax.
    4.       Tentu saja, kita harus berkonsentrasi. Salah satu cara untuk mengembalikan konsentrasi ketika belajar adalah, pegang pensil dan kertas.
    5.       Jika sudah mulai merasa jenuh dan kesulitan, cobalah berdiri dan berputar. Apalagi di jurusan Sistem Informasi, yang notabene akan sering bertemu dengan pekerjaan yang dikerjakan di depan laptop dan membutuhkan waktu yang cukup lama berada di depan laptop, cara tersebut cukup efektif untuk menghilangkan sedikit kejenuhan.
    6.       Tentukan “short range goals”. Bagi tugas menjadi beberapa sub-section. Tentukan goal untuk masing-masing section.

    Kemudian kami belajar tentang pustaka. Materi ini sangat berguna tentunya pada pekerjaan kami, tugas kami yang nantinya akan sering bertemu dengan pembuatan laporan yang membutuhkan pustaka. Dan kelas diakhiri pukul 09.30 pagi.



  • KI’s first class



    Matkul KI, kependekan dari Keterampilan Interpersonal, kita dapatkan dalam dua hari. satu hari untuk indoor, dan satu hari untuk outdoor. Sayang sekali, di minggu pertama perkuliahan, kami hanya mendapatkan matkul KI indoor. Gue dapet kelas D, dan dosen KI indoor kami diajar oleh bu Raras Tyasnurita S.Kom, MBA. Sebenernya, belajar apa sih, Keterampilan Interpersonal itu?
  • Minggu, 15 September 2013

  • "Makan apa malam ini?"























    Pertanyaan yang sama-sama biasa diajukan oleh para ibu di seluruh dunia, bisa jadi ditanyakan oleh dua orang dengan kepribadian yang berbeda, dengan nada yang berbeda. Mungkin persamaan ada pada mimik wajah yang serius berpikir yang kemudian terpancar setelah kalimat itu terucap.

  • Kamis, 12 September 2013

  • Introducing Me

    well. hey.
    lemme introduce myself. Kirana Gita Larasati, from Banten.
  • Copyright @ 2013 FOODLICIOUS.

    Distributed By Blogger Templates | Designed by Templateism | TechTabloids